Southeast Asian Journal of Islamic Education Management http://sajiem.iainponorogo.ac.id/sajiem Jurusan Manajemen Pendidika Islam, IAIN Ponorogo en-US Southeast Asian Journal of Islamic Education Management 2715-9604 Strategi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Manajemen Pelayanan Khusus Madrasah (Studi Kasus Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Lengkong Sukorejo Ponorogo) http://sajiem.iainponorogo.ac.id/sajiem/article/view/4 <p>Artikel ini ingin menganalisi tentang strategi kepala sekolah dalam meningkatkan manajemen pelayanan khusus madrasah, konteks penelitian yang mendasari penelitian ini ialah karena Kualitas sekolah salah satunya ditentukan oleh peran dan kepemimpinan kepala sekolah, disamping karena ada kualitas guru dan manajemen organisasi yang baik yang menentukan sekolah berkualitas. Sekolah yang berkualitas diperlukan inovasi dalam manajemen pelayanan pendidikan, salah satu inovasi pelayanan pendidikan di MI Ma’arif Lengkong Sukorejo Ponorogo ialah adanya manajemen pelayanan khusus madrasah yaitu pelayanan khusus perpustakaan dan pelayanan khusus kesehatan di madrasah. Keberhasilan dari pelaksanaan manajemen pelayanan khusus ini salah satunya adalah adanya strategi kepala sekolah yang tepat sasaran.</p> <p>Metode penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, sedangkan teknik pengambilan data&nbsp; peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data peneliti menggunakan teknik analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponen, dan analisis tema.</p> <p>Temuan penelitian ini pertama, strategi kepala sekolah dalam meningkatkan manajemen pelayanan khusus perpustkaan melalui membangun budaya literasi sejak dini ialah 1) efektifitas manajemen pengelolaan perpustakaan sekolah, 2) pembuatan pedoman dan peraturan perpustakaan sekolah, 3) pekan berkunjung perpustakaan sekolah untuk menarik minat pengunjung dan pembaca di perpustakaan, 4) hiburan mencerdaskan melalui lomba bercerita yang diadakan di akhir setelah ujian tengah semester maupun setelah ujian akhir semester. Kedua, strategi kepala sekolah dalam meningkatkan manajemen pelayanan khusus kesehatan melalui kelas sehat adalah sebagaimana berikut: 1) memasang poster menjaga kesehatan setiap kelas, 2) kerjasama dengan puskesmas untuk memberikan penyuluhan pendidikan kesehatan, 3) membentuk unit kesehatan sekolah sebagai pusat pelayanan pertama bagi siswa dan guru, 4) mengadakan lomba kesehatan dan kebersihan setiap tahun sekali untuk membangun kesadaran dan motivasi dalam menjaga kesehatan</p> Muhammad Ghafar Pryla Rochmawati Ahmadi Kharisul Wathoni Aris Nurbawani Copyright (c) 2020-01-06 2020-01-06 1 1 1 8 10.21154/sajiem.v1i1.4 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Madrasah dan Motivasi Kerja Guru Terhadap Kreativitas Guru MTsN se-Kabupaten Madiun http://sajiem.iainponorogo.ac.id/sajiem/article/view/2 <p>Artikel ini ingin menganalisis tentang pengaruh kepemimpinan kepala madrasah dan motivasi kerja guru terhadap kreativitas guru MTsN se-kabupaten Madiun. Dimana kreativitas guru dalam pembelajaran menjadi sangat penting dalam keberhasilan pembelajaran dan tujuan pendidikan di sekolah, dimana kreativitas guru sangat diperlukan agar guru dapat menjalankan tugas dan peranannya dalam proses belajar mengajar dengan maksimal. Kreativitas guru merupakan daya kreatif untuk dapat menciptakan iklim pembelajaran yang menarik dan menyenangkan sehingga tercipta suasana pembelajaran yang kondusif. Kreativitas guru juga sangat penting untuk mendorong kreativitas peserta didik, sebab dengan adanya guru yang kreatif, maka siswa juga akan belajar untuk berkreasi. Penelitian ini ingin menguji tentang pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru terhadap kreativitas guru MTsN se Kabupaten Madiun.</p> <p>Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan penelitian kuantitaif dengan jenis penis penelitian expost-facto, sampel yang dijadikan penelitian ialah MTsN se Kabupaten Madiun dengan populasi guru PNS sebanyak 289 guru, teknik pengambilan sampel menggunakan <em>Area Random Sampling (Cluster Sampling),</em> yaitu pengambilan sampel secara acak dan berumpun.</p> <p>Hasil penelitian dalam penelitian ini ialah terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kepemimpinan kepala madrasah dan motivasi kerja guru terhadap kreativitas guru Pegawai Negeri Sipil MTsN se-Kabupaten Madiun tahun pelajaran 2017/2018 yang ditunjukkan dengan hasil uji F yaitu nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel (15,123 &gt; 3,040). Dan pada taraf signifikan 5% dengan koefisien determinan 0,257 sehingga dapat disimpulkan bahwa kreativitas guru dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala madrasah dan motivasi kerja guru sebesar 25,7%. Data hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala madrasah dan motivasi kerja menyumbang sebesar 25,7% dan sisanya 74,3% dipengaruhi variabel lain baik secara internal seperti rasio, bakat khusus, perasaan, dan intuisi. Maupun eksternal seperti latar belakang pendidikan guru, pelatihan-pelatihan guru, pengalaman mengajar guru, dan faktor kesejahteraan guru</p> kholifatul Azizah Mukhtar Copyright (c) 2020 Southeast Asian Journal of Islamic Education Management 2020-01-06 2020-01-06 1 1 9 23 10.21154/sajiem.v1i1.2 Manajemen Perubahan Lembaga Pendidikan Islam (Studi Kasus di Pesantren Fat?ul ‘Ul?m Kwagean Kediri) http://sajiem.iainponorogo.ac.id/sajiem/article/view/3 <p>Artikel penelitian ini ingin membahas tentang Perubahan pada sebuah organisasi pendidikan pesantren, dimana perubahan organisasi merupakan sudah sangat wajar terjadi, perubahan juga terjadi di lembaga pendidikan Islam seperti Pesantren. <em>Kyai </em>menerapkan manajemen perubahan ini untuk mempertahankan <em>salaf</em> dengan perangkat <em>modern</em> serta mengikuti perkembangan di era globalisasi dengan manajemen perubahan pada beberapa sisi serta mempertahankan kearifan yang telah ada sebagai ciri pesantren tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendapatkan gambaran secara utuh tentang fase perubahan di pesantren Fat?ul ‘Ul?m Kewagean Kediri dan 2) Menjelaskan perubahan pesantren Fat?ul ‘Ul?m Kewagean Kediri pada ranah struktur, tata fisik, teknologidan manusia.</p> <p>Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, dengan rancangan studi kasus serta penjelasannya menggunakan logika <em>deductive analitis.</em>Lokasi penelitian ini adalah di Pesantren Fat?ul ‘Ul?m Kwagean Kediri. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dilapangan, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul direduksi serta disajikan selanjutnya dianalisis kemudian mengambil sebuah kesimpulan.</p> <p>Hasil penelitian menjunjukkan bahwa 1) terdapat tiga fase perubahan yaitu <em>pertama</em>, fase pencairan (<em>unfreezing), </em>yakni langkah awal organisasi mendiskusikan serta menganalisis kesiapan organisasi menghadapi perubahan<em>, kedua, </em>fase mulai berubah <em>(changing), </em>merupakan langkah inti perubahan dilaksanakan. <em>Ketiga, </em>fase pembekuan kembali<em> (refreezing), </em>merupakantindakan organisasi dalam membiasakan diri dengan keadaan setelah berubah. 2) peruabahan pada ranah struktur, Pesantren Fat?ul ‘Ul?m secara struktur organisasi berubah dari kepemimpinan terpusat menjadi sistem yayasan serta secara teknis membentuk organisasi kelembagaan pada tiap-tiap bidang yang melibatkan santri sebagai pengurus. Perubahan tata fisik, Pesantren mulai berdiri sampai akhir 2017 telah mengalami perpindahan tempat, mulai dari <em>ndalem wetan </em>(rumah mertua Kyai Hanan), <em>ndalem kulon </em>dan berakhir di Kwagean utara, selain itu pembangunan gedung secara terus menerus setiap tahun. Perubahan teknologi, pesantren telah memanfaatkan fasilitas teknologi komputerisasi dan jaringan internet.untukperubahan manusia, santri dan para pengajarnya sudah banyak yang kuliah, secara <em>kuantitas</em> jumlah santri meningkat serta jumlah pengajarpun demikian.</p> Ali Mustopa Copyright (c) 2020 Southeast Asian Journal of Islamic Education Management 2020-01-06 2020-01-06 1 1 24 40 10.21154/sajiem.v1i1.3 Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Pendidikan Karakter di MI Ma’arif Singosaren Jenangan Ponorogo http://sajiem.iainponorogo.ac.id/sajiem/article/view/5 <p>Artikel ini ingin menganalisis tentang peran kepala sekolah dalam implementasi pendidikan karakter di MI Ma’arif Singosaren Jenangan Ponorogo, dimana &nbsp;MI Ma’arif Singosaren Jenangan Ponorogo merupakan satu-satunya MI yang terletak di lingkungan Singosaren. Madrasah ini didirikan karena semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya Pendidikan Agama Islam.</p> <p>Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, dalam pengambilan data peneliti menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis data menggunakan teknik reduksi data, dan penyajian kesimpulan</p> <p>Hasil penelitiannya ialah 1) peran kepala sekolah sebagai administrator adalah menentukan kurikulum yang diterapkan di MI Ma’arif Singosaren Jenangan Ponorogo. Kepala sekolah juga berupaya untuk terlibat dalam pengelolaan sarana prasarana di sekolah, yang mendukung dalam penerapan pendidikan karakter di MI Ma’arif Singosaren Jenangan Ponorogo. 2) peran kepala sekolah sebagai <em>leader</em> dengan mengadakan rapat melalui rapat. Kepala sekolah juga berusaha untuk meningkatkan kemauan siswa-siswi dalam menerapkan pendidikan karakter di sekolah, dengan mengingatkan kepada siswa-siswi akan pentingnya sikap saling menghormati kepada orang tua dan guru, serta saling berkasih sayang kepada sesama teman</p> Muhammad Shulthon Rachmandhani Copyright (c) 2020 Southeast Asian Journal of Islamic Education Management 2020-01-06 2020-01-06 1 1 41 50 10.21154/sajiem.v1i1.5 Studi Korelasi Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Profesional Guru dengan Pengelolaan Kelas di MIN 2 Ponorogo http://sajiem.iainponorogo.ac.id/sajiem/article/view/7 <p>Pengelolaan kelas merupakan suatu hal yang sangat penting di ranah pendidikan. Dalam kegiatan belajar mengajar masih sering ditemukan beberapa guru yang memiliki kemampuan pengelolaan kelas rendah. Hal tersebut perlu diselidiki dan diteliti apakah kompetensi guru khususnya kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional berhubungan dengan pengelolaan kelas. Mengingat peran kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru sangatlah penting dalam kegiatan belajar mengajar. Dari hasil observasi yang dilakukan di MIN 2 Ponorogo didapati peserta didik sering ramai sendiri, ngobrol dengan teman sebangku, mengantuk, bahkan keluyuran keluar dari bangku saat kegiatan pembelajaran. Berangkat dari latar belakang tersebut peneliti merumuskan masalahnya sebagai berikut: (1) Bagaimana kompetensi pedagogik guru di MIN 2 Ponorogo? (2) Bagaimana kompetensi profesional guru di MIN 2 Ponorogo? (3) Bagaimana pengelolaan kelas di MIN 2 Ponorogo? (4) Adakah korelasi antara kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru dengan pengelolaan kelas di MIN 2 Ponorogo?</p> <p>Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif berjenis korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah guru MIN 2 Ponorogo yang berjumlah 16 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh, yaitu semua populasi dijadikan sampel, sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini ada 16 guru. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu korelasi berganda (<em>multiple correlation</em>) dengan menggunakan bantuan SPSS versi 16.0 for windows.</p> <p>Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa: (1) Kompetensi pedagogik guru di MIN 2 Ponorogo dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 75%. (2) Kompetensi profesional guru MIN 2 Ponorogo dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 62,5% (3) Pengelolaan kelas MIN 2 Ponorogo dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 75% (4) Ada korelasi yang signifikan antara kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru dengan pengelolaan kelas di MIN 2 Ponorogo,dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,726 yang berarti tingkat korelasinya kuat.</p> Nuryana Fitrianova Copyright (c) 2020 Southeast Asian Journal of Islamic Education Management 2020-01-06 2020-01-06 1 1 51 59 10.21154/sajiem.v1i1.7 Analisis Implementasi Program Adiwiyata dalam Membangun Karakter Peduli Lingkungan http://sajiem.iainponorogo.ac.id/sajiem/article/view/6 <p>Artikel penelitian ini bertujuan siswa harus memiliki karakter peduli lingkungan agar terbiasa hidup bersih dan sehat, serta dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk kegiatan sehari-hari, dengan lingkungan yang kondusif akan tercipta proses pembelajaran yang bermutu. Karakter peduli terhadap lingkungan dapat dibentuk melalui barbagai cara. Salah satunya adalah melalui implementasi program adiwiyata. MIN 1 Ponorogo telah mendapatkan penghargaan tingkat provinsi sebagai sekolah Adiwiyata. Pelaksanaan program Adiwiyata di MIN 1 Ponorogo sudah sesuai dengan 4 komponen program Adiwiyata yang tercantum dalam buku pedoman Adiwiyata.</p> <p>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdengan Jenis penelitianstudi kasus. Adapun teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan model Miles and Huberman yang meliputi: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.</p> <p>Hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: (1) Pelaksanaan program Adiwiyata melalui 4 komponen program adiwiyata di MIN 1 Ponorogo sudah berjalan dengan baik, dengan melibatkan seluruh stakeholder. (2) Proses pembinaan karakter peduli lingkungan pada pada peserta didik di MIN 1 Ponorogo yaitu melalui: a) pembiasaan. b) keteladanan. c) pembinaan disiplin peserta didik. d) terintegrasi dalam mata pelajaran. e) kegiatan rutin. f) pengkondisian. g) pengembangan budaya sekolah. (3) Faktor pendukung dalam pelaksanaan program adiwiyata dalam membina karakter peduli lingkungan di MIN 1 Ponorogo diantaranya adalah komitmen dari stakeholder madrasah,Sedangkan faktor penghambatnya antara lain adalah belum adanya campur tangan dari kemenag dalam hal pendanaan; lingkungan keluarga.</p> Diyan Nurvika Kusuma Wardani Copyright (c) 2020 Southeast Asian Journal of Islamic Education Management 2020-01-06 2020-01-06 1 1 60 73 10.21154/sajiem.v1i1.6 Penguatan Pendidikan Karakter untuk Membangun Peradaban Bangsa http://sajiem.iainponorogo.ac.id/sajiem/article/view/10 <p>Berbagai masalah pendidikan di Indonesia seperti budaya mencontek, tawuran antar kelompok, <em>bullying</em>, pergaulan bebas, pornografi, narkoba,dan sebagainya saat ini menjadi pertanda bahwa negara ini benar- benar sedang mengalami pengeroposan sendi-sendi kebangsaan. Krisis pendidikan karakter ini perlu menjadi perhatian penting bagi seluruh masyarakat. Sejatinya, sumber daya manusia merupakan faktor terbesar dalam kemajuan bangsa. Maka, sebuah bangsa bisa hancur jika generasi penerusnya kehilangan karakter. Oleh karena itu, proses pendidikan idealnya tidak hanya menitikberatkan pada aspek kognitif saja, namun juga diperlukan keseimbangan pada ranah aspek afektif dan psikomotorik. Dengan demikian, penguatan pendidikan karakter bukan sebuah keniscayaan untuk dikembangkan pada lembaga pendidikan sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi dekadensi moral serta meneguhkan kembali jati diri bangsa.Berbagai masalah pendidikan di Indonesia seperti budaya mencontek, tawuran antar kelompok, <em>bullying</em>, pergaulan bebas, pornografi, narkoba,dan sebagainya saat ini menjadi pertanda bahwa negara ini benar- benar sedang mengalami pengeroposan sendi-sendi kebangsaan. Krisis pendidikan karakter ini perlu menjadi perhatian penting bagi seluruh masyarakat. Sejatinya, sumber daya manusia merupakan faktor terbesar dalam kemajuan bangsa. Maka, sebuah bangsa bisa hancur jika generasi penerusnya kehilangan karakter. Oleh karena itu, proses pendidikan idealnya tidak hanya menitikberatkan pada aspek kognitif saja, namun juga diperlukan keseimbangan pada ranah aspek afektif dan psikomotorik. Dengan demikian, penguatan pendidikan karakter bukan sebuah keniscayaan untuk dikembangkan pada lembaga pendidikan sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi dekadensi moral serta meneguhkan kembali jati diri bangsa.</p> Zazak Soraya Copyright (c) 2020 Southeast Asian Journal of Islamic Education Management 2020-06-11 2020-06-11 1 1 74 81 10.21154/sajiem.v1i1.10 Layanan Bimbingan Karier dalam Menumbuhkan Etos Kerja Islami di Pondok Pesantren Terpadu Al-Mumtaz Gunungkidul http://sajiem.iainponorogo.ac.id/sajiem/article/view/20 <p>Artikel ini ingin membahas tentang layanan bimbingan karier dalam menumbuhkan etos kerja islami di pondok pesantren.&nbsp; Latar belakang dari penelitian ini adalah masih banyaknya pengangguran di Indonesia karena minimnya keterampilan kerja yang didapat oleh para siswa bahkan setelah mereka lulus sekolah. Oleh karena itu, peneliti ingin mengangkat sistem layanan bimbingan karier yang ada di salah satu lembaga pendidikan (pondok pesantren) sebagai referensi bagi lembaga pendidikan mana pun dalam memberikan bekal keterampilan kewirausahaan dan etos kerja kepada para siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan bimbingan karier di pondok pesantren dalam menumbuhkan etos kerja Islami. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan yang mengambil lokasi&nbsp; di Pondok Pesantren Terpadu Al-Mumtaz Gunungkidul Yogyakarta dengan metode penelitian kualitatif. Sedangkan pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga teknik, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan karier di pondok pesantren dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu mulai dari perencanaan, penyusunan program, pelaksanaan, sampai evaluasi. Perencanaan tidak terlepas dari visi misi pondok pesantren, dan terlebih dahulu para santri harus lulus mata kuliah dasar umum (MKDU), yaitu <em>macul</em> (mencangkul). Perencanaan lain yang dilakukan oleh pondok pesantren adalah dengan menyiapkan fasilitas atau sarana prasarana produksi. Kemudian bimbingan karier disusun dalam program kewirausahaan serta dilaksanakan dalam bentuk praktik kerja dan ibadah yang kemudian dievaluasi setiap minggu. Hasil penelitian lainnya adalah menunjukkan bahwa etos kerja Islami para santri dapat ditumbuhkan dengan memahami bahwa kerja merupakan penjabaran akidah, bekerja atas dasar ilmu, bekerja dengan meneladani sifat-sifat Illahi serta mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya.</p> Anggi Jatmiko Copyright (c) 2020 Southeast Asian Journal of Islamic Education Management 2020-06-11 2020-06-11 1 1 82 93 10.21154/sajiem.v1i1.20 Implementasi Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (Simdik) dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Ponorogo http://sajiem.iainponorogo.ac.id/sajiem/article/view/18 <p>Penelitian ini mendiskripsikan implementasi sistem informasi manajemen pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan di MAN 2 Ponorogo. Sistem Informasi Manajemen Pendidikan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan lembaga madrasah/ sekolah, dimana sekolah menghendaki pegelolaan kegiatan akademik yang terkomputerisasi sebagai kontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan madrasah/ sekolah serta dalam rangka mempermudah dan memperlancar proses belajar mengajar sekolah dan pelayanan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi sistem informasi manajemen pendidikan di MAN 2 Ponorogo dalam bentuk pemanfaatan sistem aplikasi yang terdiri dari pelayanan tenaga pendidik dan kependidikan dengan memberdayakan aplikasi SIMPATIKA (Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementrian Agama), aplikasi pembelajaran <em>e-learning,</em> aplikasi BNI eduPATROL, aplikasi <em>fingerprint</em> baik guru maupun siswa dan aplikasi berbasi web dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Ada beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi SIMDIK di MAN 2 Ponorogo adalah tersedianya fasilitas sistem informasi dan adanya kendala dalam sumber daya manusia maupun kesalahan teknis serta kendala siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan aplikasi tersebut.</p> <p><strong>Kata Kunci : Sistem Informasi Manajemen, Mutu Pendidikan </strong></p> Nur Rahmi Sonia Sonia Copyright (c) 2020 Southeast Asian Journal of Islamic Education Management 2020-06-11 2020-06-11 1 1 94 104 10.21154/sajiem.v1i1.18 A Study on Online Learning Management System: Implementation of Edmodo-Based Blended English Learning Method http://sajiem.iainponorogo.ac.id/sajiem/article/view/21 <p>Industrial Revolution 4.0 makes rapid changes in every aspect of a human’s life. One of them is the teaching and learning English which has been affected by technology. It is supported by the fact that English is the number one language used globally. Therefore, Education 4.0 emerges in facing Industrial Revolution 4.0 to increase the education level. By this, it is expected that higher education becomes more reachable than before and a tendency which leads to more international standardized higher education institutions. In these rapid changes, there are two challenges faced by students in higher education institutions: English proficiency and culture transition. Thus, the State Islamic Institute of Ponorogo, as one of developing State Islamic Institutes in Indonesia starts to implement a blended learning system in every course as the solution. The lecturers use a variety of learning management system, including Edmodo. This study used quantitative and qualitative analysis on assessing the effectiveness of Edmodo implementation from the students’ point of view as well as determining the progress, learning engagement, as well as the students’ performance overall. The results showed that Edmodo facilitates student-centered and anytime-anywhere learning. It was also found that it makes the English course administration easier. Moreover, students asked in this study had a favorable opinion toward learning English via Edmodo. However, some disadvantages English and technical problems of using Edmodo in teaching and learning were also discussed in this study.</p> Ratna Yunita Copyright (c) 2020 Southeast Asian Journal of Islamic Education Management 2020-06-11 2020-06-11 1 1 105 117 10.21154/sajiem.v1i1.21